Category Archives: LP3M

Workshop Penulisan Buku Ajar Untuk Peningkatan Potensi Dosen

Category : LP3M , PKPP

LP3M Unila – Salah satu upaya dalam mengakomodasi perkembangan IPTEKS dan era IR 4.0, bahwa sejak awal 2015, Universitas Lampung telah bertransformasi dari teaching university ke research university. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan motivasi dan kemampuan para dosen dalam menulis buku ajar, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung  menyelenggarakan Workshop Penulisan Buku Ajar Berbasis Research. Kegiatan dengan tujuan meningkatkan potensi dosen di lingkungan Universitas Lampung yang berlangsung pada hari Jumat, 2 Agustus 2019 di Hotel Whiz Prime Bandar Lampung. Sejumlah jajaran fakultas dan dosen perwakilan dari setiap fakultas mengikuti workshop yang merupakan merupakan salah satu wujud keseriusan civitas akademika dalam rangka menuju research university. Hadir sebagai pembicara dari Universitas Negeri Malang, Prof. Effendy, M.Pd., Ph.D. pada hari pertama, dan Prof. Bambang Setiyadi, Ph.D. pda hari kedua.

Kegiatan dibuka oleh sambutan Sekretaris LP3M Universitas Lampung Elida Purba, Ph.D. yang mewakili Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Hasriadi, Mat Akin, M.P. Dalam sambutannya, Beliau memotivasi para dosen agar lebih produktif dalam membuat publikasi ilmiah salah satunya buku ajar merujuk pada Undang undang No 14 tahun 2015 tentang Guru dan Dosen terutama merujuk pada pasal 60 dinyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berkewajiban melakukan publikasi ilmiah sebagai salah satu sumber belajar. Salah satu upaya dalam mengakomodasi perkembangan IPTEKS dan era IR 4.0, bahwa sejak awal 2015, Universitas Lampung telah bertransformasi dari teaching university ke research university. Ada beberapa indikator bahwa Unila menjadi research University. Selain jumlah judul, total dana, publikasi artikel, dan jumlah paten yang diperoleh dosen Unila melalui kegiatan penelitian, yang tidak kalah penting adalah bentuk-bentuk integrasi hasil-hasil penelitian dosen ke dalam proses pembelajaran atau pengembangan suatu matakuliah. Integrasi kegiatan penelitian ke dalam pembelajaran atau pengembangan suatu matakuliah dapat berupa tambahan materi perkuliahan, studi kasus, Bab/ Subbab dalam buku ajar, atau bentuk lain yang relevan. Dalam Renstra Unila 2015-2019 dituliskan bahwa capaian jumlah dosen yang menulis pada tahun 2019 adalah 50%. Namun pada kenyataannya, hal tersebut belum tercapai, belum banyak jumlah buku ajar berbasis hasil research yang disusun oleh dosen Unila. Dengan demikian kemampuan para dosen dalam penyusunan buku ajar berbasis hasil research perlu ditingkatkan. Salah satu bentuk kegiatan peningkatan kemampuan penulisan bahan ajar berbasis research adalah workshop. Workshop yang diadakan pada kesempatan kali ini diharapkan dapat mendorong dosen untuk terus berinovasi, membuka peluang untuk pengembangan diri, dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya akan bermuara pada kualitas lulusan perguruan tinggi

“Publikasi ilmiah berperan penting  dan menjadi salah satu indikator kemajuan sebuah Universitas. Untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, perguruan tinggi mewajibkan  calon lulusan  S-1, S-2 dan S-3 di Indonesia memublikasikan karya ilmiahnya. Publikasi ilmiah dapat berupa jurnal nasional atau internasional, prosiding, buku ajar, buku refrensi dan monograf” ujarnya.

Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan acara inti yaitu workshop dengan pembicara Prof. Effendy, M.Pd., Ph.D. Sebelum memasuki sesi materi, beliau memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya workshop yang merupakan langkah akselerasi dan empowering yang tepat.  Efendy  dalam paparannya banyak memberikan motivasi, teori dan strategi menulis buku, sharing pengalaman dan kerjasama dengan penerbit. Dalam kesempatan kali ini, peserta mengambil giliran dalam berdiskusi dan mengkonsultasikan rencana naskah bahan ajar mereka.


PPM selenggarakan Lokakarya Hasil Audit Mutu Internal 2019

Category : LP3M

Pada Jumat, 8 November 2019 bertempat di Crystal Meeting Room, Hotel Emersia, telah diselenggarakan Lokakarya Hasil Audit Internal Tahun 2019. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari aktivitas audit mutu internal (AMI) yang telah dilaksanakan pada Agustus-September 2019.

Peserta yang terlibat pada kegiata lokakarya ini merupakan para auditor internal Unila yang bertugas pada kegiatan AMI kala lalu. Sesi lokakarya dilakukan dengan mekanisme penyampaian temuan audit pada tiap unit kerja yang dilakukan audit, mulai dari program studi dan laboratorium yang ada di lingkungan Unila. Tindak lanjut dari kegiatan lokakarya ini yakni berupa poin rekomendasi perbaikan mutu atau kinerja yang akan disampaikan pada RTM di level universitas.


POLINELA Gandeng LP3M Unila adakan PEKERTI

Category : LP3M , PKPP

(LP3M Unila-Bandar Lampung) Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung (Unila) mengadakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) bagi 30 Dosen Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Unila  dengan POLINELA. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari terhitung tanggal 14 sampai dengan 18 Oktober 2019 bertempat di Ruang Sidang Rektorat Universitas Lampung lantai IV.

Kegiatan PEKERTI ini dibuka oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan TIK Unila, Prof. Dr. Mahatma Kufepaksi, S.E., M.Sc. Ia mengatakan bahwa PEKERTI merupakan pelatihan dasar yang sangat penting diikuti oleh dosen manapun apalagi dosen yang datang bukan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Mahatma menambahkan bahwa sesuai dengan undang-undang, dosen wajib menjadi tenaga profesional dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

“Itu sebabnya mengapa dosen baru perlu mengikuti pelatihan Pekerti. Sebab, dosen akan berdiri di depan kelas. Mereka harus memiliki ilmu pengetahuan juga cara untuk mendidik mahasiswa. Dosen juga harus mengetahui bagaimana cara membimbing mahasiswa untuk melakukan riset, sekaligus mengevaluasi,” jelas Mahatma Kufepaksi, Senin, 14/10/2019.

Menurutnya, Pekerti membantu para dosen baru yang punya potensi menjadi tenaga profesional. Sebab itu, para dosen harus menjadi motivator dan mengelola kelas. “Dosen tidak menjadi satu-satunya sumber ilmu, sekarang sudah ada internet yang lebih lengkap. Sebagai dosen harus memosisikan diri sebagai motivator mahasiswa belajar seumur hidup,” ujarnya.

Pelatihan PEKERTI ini bertujuan mengembangkan profesionalisme dosen dalam merencanakan, mengembangkan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.

Panitia kegiatan menghadirkan para fasilitator dan narasumber di antaranya Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., Prof. Dr. Bujang Rahman, M.Si., Prof. Dr. Murhadi, M.Si., Prof. Bambang Setiyadi, Ph.D., Prof. Dr. Agus Suyatna, M.Si., Dr. Undang Rosidin, M.Pd., Dr. Abdurrahman, M.Si., Meizano Ardhi, M.T., Dr. Pujiati, M.Pd., Dr. M. Setyarini, M.Si., Dr. Feni Munifatullah, M.Hum., serta Wahyu Eko Sulistiono, M.Sc.

Para peserta dengan mengikuti pelatihan diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dan wawasan tentang prinsip-prinsip pedagogic, metodologi, dan keterampilan mengajar dosen di Perguruan Tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar mahasiswa, merekonstruksi perkulihan, menyusun instrumen evaluasi proses dan hasil pembelajaran, menyusun proposal PTK kemudian mengimplementasikannya, serta dapat menulis buku ajar.

Pembantu Direktur 1 POLINELA, Dwi Puji Hartono, S.Pi., M.Si. menyampaikan bahwa pihaknya berusaha semaksimal mungkin menjadikan POLINELA sebagai kampus yang membanggakan baik di bidang pendidikan maupun bagi Provinsi Lampung.

“Saya berharap kerja sama terus terjalin sebab masalah pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu lembaga. Saya pun berharap para dosen yang mengikuti pelatihan dapat sungguh-sungguh sehingga mampu mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dengan baik,” terangnya. (FP1)


LP3M Unila adakan Pelatihan PEKERTI batch 2

Category : LP3M , PKPP

(LP3M Unila-Bandar Lampung) Dalam rangka meningkatkan kapasitas profesionalisme dosen, LP3M Universitas Lampung menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) Batch 2. Pelatihan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan dosen dalam proses pembelajaran dengan prespektif pendidikan di Era Industri 4.0. Kegiatan PEKERTI tersebut dilaksanakan di ruang siding Rektorat lantai IV Universitas Lampung, terhitung tanggal 15 sampai dengan 21 Oktober 2019.

Kegiatan PEKERTI kali ini dibuka secara resmi oleh Ketua LP3M universitas Lampung, Prof. Dr. Murhadi, M.Si. Peserta PEKERTI Unila batch 2 kali ini diramaikan oleh dosen-dosen muda dan dosen yang lolos dalam seleksi ASN tahun 2018 lalu. Murhadi dalam sambutannya Murhadi menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan dosen muda dan “milenial” ini untuk mampu memberikan inovasi pembelajaran yang terjadi di dalam kelas menyesuaikan dengan pola belajar peserta didik.

“Dosen-dosen perlu melakukan pemutakhiran model dan inovasi pembelajaran untuk mahasiswa, dalam menghadapi perubahan zaman ini,” jelas  Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si.

PEKERTI batch 2 tahun 2019 ini dilaksanakan dalam rangka membekali dosen untuk menghadapi berbagai perubahan zaman. Untuk itu, dosen memerlukan pemutakhiran model pembelajaran agar tidak ketinggalan zaman, akan tetapi tetap bisa menyampaikan materi dengan baik.

“Hal yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah agar dosen di lingkungan  Universitas Lampung mampu mengantarkan mahasiwa untuk lulus dengan memiliki daya saing yang baik, mahasiswa mampu berkompetisi dalam dunia kerja, selain itu dosen juga harus mampu membekali dosen dengan karakter khusus yaitu memiliki jiwa Bela Negara,” jelas Ketua LP3M Unila sekaligus dosen Fakultas Pertanian tersebut.

Lebih jauh Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si. juga menyampaikan bahwa target pelatihan dosen ini adalah bagaimana agar mahasiswa mampu bersaing dalam era 4.0. Ke depan arah pendidikan Universitas Lampung tidak hanya fokus pada keilmuan, akan tetapi juga difokuskan agar mahasiswa mampu belajar sepanjang hayat dengan model-model pembelajaran yang mampu menangkap segala perubahan zaman.

“Kita harus mengubah pola pikir mahasiswa, tidak hanya persoalan ilmu pengetahuan akan tetapi juga mempersiapkan perilaku mahasiswa agar kreatif dan bisa menjawab berbagai persoalan,” ungkap Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si.  dihadapan 45 peserta yang terdiri dari perwakilan dosen di setiap fakultas.

Dosen harus mampu menanamkan nilai-nilai pada mahasiswa dan juga menanamkan kedewasaan emosional. Penguasaan keterampilan ini lebih banyak untuk penguatan pola pikir mahasiswa. Pembelajaran haruslah berorientasi pada pelayanan dan membangun nilai-nilai dalam proses pembelajaran.

Dalam kesempatan tersebut Rektor LP3M Universitas Lampung berpesan agar dosen bisa bersama-sama menggali secara kreatif model-model pembelajaran, sebelum tampil di depan kelas. Dosen harus memiliki keterampilan, kreativitas, dan inovasi untuk bisa tampil di depan mahasiswa dengan baik.

Sementara itu salah satu pemateri dalam PEKERTI Universitas Lampung  Batch 2 kali ini , Dr. Abdurrrahman, M.Si. menyampaikan bahwa PEKERTI pada dasarnya adalah pemutakhiran model pembelajaran dalam rangka menyikapi perkembangan revolusi industri 4.0, karena zaman yang berubah dan semakin maju.

“Kita harus bersiap-siap menghadapi masa depan, oleh sebab itu dosen harus bisa mengajar untuk Anak-Anak Masa Depan, dosen walaupun sudah memiliki pengalaman dalam mengajar akan tetapi teknik dan kecakapan mengajar harus selalu ditingkatkan karena tuntutannya berubah,” ujar Dr. Abdurrrahman, M.Si.

Dalam kesempatan itu, Abdurrahman juga menyampaikan bahwa teknik mengajar dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, tetapi tidak menggantikan seutuhnya seperti mesin. Nilai-nilai tidak bisa diotomatisasi, karena nilai-nilai hanya bisa melalui kreativitas dosen.

“Anak-anak masa depan ini memiliki sifat yang paham dengan teknologi, mereka bergaul dengan platform-platform, sehingga kalau belajar secepat baca whatsapp, semenarik nonton youtube, dan sindah instagram. Jadi kalau dosen mengajar dengan membosankan maka pesan-pesan tersebut tidak akan menarik bagi mahasiswa,” jelas dosen Fakultas Keguruan dan ILmu Pendidikan (FKIP) Unila tersebut. (PF1)


Unila gelar Workshop Penulisan Buku Ajar berbasis Hasil Research

Category : LP3M , PKPP

(LP3M – Bandar Lampung) Dalam rangka meningkatkan motivasi dan kemampuan para dosen dalam menulis buku ajar, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu, (LP3M) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Workshop Penulisan Buku Ajar berbasis Hasil Research. Kegiatan dengan tujuan meningkatkan potensi dosen tersebut berlangsung selama dua hari dari tanggal 2 sampai dengan 3 Agustus 2019 di Hotel Whiz Prime Bandar Lampung. Sebanyak 53 dosen dari delapan fakultas  hadir dan aktif mengikuti kegiatan ini. Workshop ini menghadirkan dua narasumber yaitu Prof. Efendy, M.Pd., Ph.D. dari Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Bujang Rahman, M.Si., dan Prof. Bambang Setiyadi, M.A., Ph.D dari Universitas Lampung.

Dr. Mona Adha, M.Si. Kepala Bidang Pengembangan Aktivitas Instruksional dan Inovasi Pembelajaran

Workshop Penulisan Buku Ajar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan LP3M yang berada dibawah koordinasi Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) khususnya Bidang Pengembangan Aktivitas Instruksional dan Inovasi Pembelajaran (PPAIIP) yang dikepalai oleh Dr. Mona Adha, M.Si. Pada Laporannya, Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan dosen/staf pengajar dalam menulis buku ajar yang berkualitas. Selain itu, workshop ini juga diharpkan mampu menghasilkan buku ajar berbasis hasil research sebagai salah satu bentuk pengintegrasian hasil penelitian hasil-hasil penelitian dosen ke dalam proses pembelajaran.

Elida Purba, Ph.D. membuka kegiatan secara resmi

Workshop Penulisan Buku Ajar Berbasis Hasil Research ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris LP3M Unila, Elida Purba, Ph.D. Dalam sambutannya Elida menyampaikan bahwa pelaksanaan penulisan buku ajar ini  merupakan salah satu upaya mempersiapkan dosen Unila untuk memperkaya diri dan menguatkan Universitas Lampung secara umum menjadi Research University. Beliau juga berharap bahwa dengan penulisan buku ajar ini bisa bersinergi dengan penelitian yang dosen kerjakan untuk memperkaya hasil penulisan buku ajar.

Prof. Efendy, M.Pd., Ph.D.

Prof. Efendy, M.Pd., Ph.D.

Di hari pertama kegiatan, Prof. Efendy, M.Pd., Ph.D. menyampaikan strategi penulisan buku ajar berbasil hasil penelitian, dan mengembangkan ide, mekanisme penyusunan, dan struktur buku ajar. Dalam penjelasan materinya, Ia menyampaikan bahwa membuat buku ajar adalah sebuah keharusan bagi seorang dosen dalam bentuk implementasi bidang kehalian ilmu yang dimiliki.

Prof. Bambang Setiyadi, M.A., Ph.D.

Pada hari kedua kegiatan, Prof. Bambang Setiyadi, M.A., Ph.D menyampaikan penyusunan draft buku ajar, motivasi penulisan buku, dan hal-hal teknis yang dosen hadapi pada saat penyusunan buku ajar. Ia menekankan bahwa seorang dosen lebih baik memiliki buku yang tidak sempurna namun diterbitkan dibandingkan membuat buku yang sempurna tapi tak pernah diterbitkan. Kesempatan workshop yang diadakan LP3M Unila ini banyak dimanfaatkan oleh dosen dengan aktif berdiskusi terkait dengan strategi dan berbagi kisah penulisan buku ajar, buku referensi dan buku bentuk lain yang telah digeluti bertahun-tahun oleh para narasumber. (PF)


Unila adakan Workshop pengembangan Inovasi Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi

Category : LP3M

(Bandar Lampung – LP3M) Guna merespons tantangan global pada era revolusi industri, Universitas Lampung (Unila) terus menggelar berbagai kegiatan pengembangan inovasi pembelajaran, riset, hingga teknologi informasi. Pada tanggal 29 sampai dengan 31 Juli 2019, Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung menyelenggarakan Workshop Pengembangan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung.

Wahyu Eko Sulistiono, S.T., M.Sc , selaku Kepala Bidang Pembelajaran Aktif pada Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) LP3M mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud agar dosen mendapat referensi membuat pembelajaran inovatif dan menarik serta berbasis teknologi. Dengan beragamnya dinamika pembelajaran, dosen harus mampu mengakomodasi peserta didik dengan menstimulasi capaian pembelajaran melalui cara yang adaptif dan kreatif.

“Ini diharapkan rutin. Kelak kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang LP3M laksanakan guna memfasilitasi pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi,” terangnya.

Di kesempatan yang sama Ketua LP3M Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si, menegaskan, kegiatan ini membutuhkan komitmen bekerja secara multi task. “Progam ini sangat memungkinkan kita semua untuk bekerja pada era ini, oleh karena itu diperlukan komitmen, disiplin, serta tepat waktu,” tegas Murhadi.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini berisi muatan materi bertajuk Pembelajaran Inovatif Berbasis Teknologi Informasi; Teknologi Pedagogik dan Content Knowledge; Teori-Praktik Metode Flip; Pengembangan RPS Inovatif Berbasis TI; Pengembangan Bahan Ajar, dan Best Practice. Materi workshop inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi meliputi 1) Kebijakan Inovasi Pembelajaran di Universitas Lampung; 2) Pembelajaran Inovatif berbasis Teknologi Informasi; 3) Teori dan Praktik Metode Flip; 4) Technological Pedagogical and Contents Knowledge; 5) Pengembangan RPS Inovatif berbasis Teknologi Informasi; 6) Teeori dan praktik Pengembangan Bahan Ajar Inovatif berbasis Teknologi Informasi; 7) Best Practice, dan;  8) Latihan/tugas/pembimbingan. Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode 30% teori dan 70% praktik. Peserta langsung dibimbing agar dapat menggunakan menggunakan perangkat keras dan lunak multimedia. Standar kelulusan didasarkan atas penilaian komponen kehadiran, aktivitas kelas, tugas dan presentasi, dan tugas akhir membuat materi bahan ajar inovatif berbasis teknologi informasi.


Active Learning besutan UNILA Bulan Agustus

Category : LP3M

(Bandar Lampung – LP3M) Setiap perguruan tinggi dituntut untuk meningkatkan mutu lulusannya agar memiliki kompetensi yang mampu berkompetisi dan berpartisipasi dalam pembangunan. Dosen yang merupakan unsur civitas akademika sekaligus ujung tombak dalam pembelajaran pun harus selalu ditingkatkan kapasitasnya baik dari sisi pedagogic, professional, sosial dan kepribadian.

Berangkat atas dasar tersebut, maka Universitas Lampung melalui Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) yang merupakan bagian dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjamin Mutu (LP3M) menggelar Pelatihan pembelajaran aktif untuk perguruan tinggi bagi dosen (Active Learning for Higher Education).

Gelaran ini diadakan di lantai empat rektorat kampus setempat pada tanggal 29 Agustus – 2 September 2016. Kepala PKPP LP3M Universitas Lampung Dr, Setyorini mengatakan, digelarnya pelatihan ini mengacu kepada Undang Undang No 14 tahun 2005 pasal 1 butir 2, isinya dosen hendaknya mampu melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan ilmuwan professional. Oleh karena itu salah satu upaya yang perlu dilakukan terus menerus oleh perguruan tinggi adalah melaksanakan pelatihan pembelajaran aktif (active learning) bagi dosen.

“Pembelajaran aktif menjadi penting dalam pengembangan profesionalisme dosen karena kurikulum yang ditetapkan oleh DIKTI sejalan dengan amanat UU No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen,” jelasnya di sela pelatihan kepada Tribun, Senin (29/8/2019).

Pembelajaran aktif, Setyorini melanjutkan, lebih menekankan pada pendekatan pembelajaran dengan esensi mengaktifkan mahasiswa dalam pembelajaran yang dilaksanakan dengan strategi pembelajaran berbasis mahasiswa (student-centered learning). Sejalan dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi di perguruan tinggi, maka upaya peningkatan kualitas dosen melalui pelatihan pembelajaran aktif sangat relevan baik secara filosofis, metodologis, maupun praktis implementatif.

“Pada akhirnya, selepas pelatihan ini, dosen mampu memberikan kehidupan di kelas saat proses belajar. Dimana nantinya sumber pengetahun tidak lagi hanya berpaku kepada dosen, tapi juga mahasiswa,’ ungkap dia.

Lebih lanjut doktor pendidikan Kimia FKIP Unila mengatakan, peserta pada pelatihan belajar aktif ini adalah seluruh dosen di lingkungan Universitas Lampung yang belum pernah mendapatkan pelatihan serupa. Peserta berasal dari FKIP, FMIPA, FH, FISIP, FEB, FT, FP, dan Pascasarjana.

Sementara sebagai fasilitator dan narasumber dalam kegiatan ini adalah sosok ahli dalam bidang pembelajaran aktif. Fasilitator pelatihan pembelajaran aktif adalah Prof Dr Hasriadi Mat Akin MP, Prof Dr Bujang Rahman MSi, Prof Dr Ir Murhadi MSi, Dr Elida Purba, Dr Pujiari MPd, Dr. Feni Munifatullah, Dr Wahyu Eko Sulistiono, M.Sc, dan dan Dr. Mona Adha. Sedangkan narasumber yang mengisi pelatihan adalah Prof Dr Ir Cipta Ginting MSc, Sutikno PHd, Dr Neti Herawati MSc, Dr Undang Rosidin MPd, dan Ida Nurhaida MSi.


LP3M Unila gelar Workshop Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA)

Category : LP3M

(LP3M – Bandar Lampung) Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung melalui Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) mengadakan Workshop Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) bagi Dosen Universitas Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut terhitung sejak tanggal 5 sampai dengan 7 Agustus 2019. Bertempat di Hotel Bukit Randu, Pelatihan SPADA secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir Hasriadi Mat Akin, M.P.

Pada sambutan kegiatan pembukaan SPADA, Prof. Dr. Ir Hasriadi Mat Akin, M.P. menyerukan kepada seluruh peserta pelatihan bahwa di zaman modern saat  ini, penggunaan teknologi berbasis E-learning dalam pendidikan merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh institusi pendidikan untuk membentuk lulusannya dapat bersaing di era globalisasi. Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa kala sekarang adalah generasi melek teknologi yang harus disesuaikan dengan pola dan metode pembelajaran yang student-centered.

Workshop Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu Workshop Pengembangan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di tempat yang sama selama tiga hari pada tanggal 29 sampai dengan 31 Juli 2019. Peserta Kegiatan SPADA juga merupakan dosen yang sudah mengikuti kegiatan Pengembangan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi sebelumnya.

Workshop SPADA tahun ini diketuai oleh Wahyu Eko Sulistiono, S.T., M.Sc. Kepala Bidang Kabid Pengembangan Pembelajaran Aktif dan E-Learning pada Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) LP3M Unila. Pada sambutan pembukaan kegiatan ia melaporkan bahwa workshop kali ini bertujuan agar peserta peserta dapat membuat RPS berbasis SPADA untuk matakuliah yang diampunya dan dapat membuat matakuliah tersebut pada vclass.unila.ac.id atau sistem SPADA. Tak hanya itu, Ia juga menekankan bahwa pelatihan menggunakan metode 30% teori dan 70% praktik dan peserta langsung dibimbing agar dapat menggunakan sistem vclass.unila.ac.id atau sistem SPADA. Standar kelulusan didasarkan atas penilaian komponen kehadiran, aktivitas kelas, tugas dan presentasi, tugas akhir membuat RPS berbasis SPADA, dan membuat mata kuliah di vclass.unila.ac.id.

Pemateri dari workshop ini adalah Rangga Firdaus, S.Kom., M.Kom,  yang merupakan dosen Unila sekaligus tim Pengembang SPADA di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Ia menjelaskan dengan detail penggunaan E-learning seperti membuat course (kelas), mempersiapkan bank soal dan system evaluasinya.  Terdapat 3 garis besar kriteria yang dapat dinilai dari E-learning  di Unila, yaitu tugas, kuis dan forum. Ia juga menjeaskan bahwa perkuliahan menggunakan E-learning dapat dilakukan hingga 40% dari pertemuan.

Dengan diselenggarakannya workshop ini, diharapkan kedepannya bahwa mahasiswa di Unila tidak hanya dapat mengikuti perkuliahan secara tatap muka dalam kelas namun juga dapat melakukan perkuliahan dalam jaringan (online).


Unila Kirimkan Wakil dalam Tier 1 AUN-QA Training Course Keluar Indonesia

Category : LP3M , PPM

(LP3M-Thailand) Universitas Lampung (Unila) terus melaksanakan pengembangan diri dalam segala bidang untuk mencapai visi sebagai sepuluh terbaik perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dalam bidang penjaminan mutu. Salah satu pilar penjaminan mutu adalah adanya pengakuan dari stakeholder eksternal melalui akreditasi dan sertifikasi, baik nasional maupun internasional. Oleh karena hal itu, Unila mengirimkan satu wakil untuk mengikuti kegiatan the 35th Tier 1 Training Course yang diselenggarakan oleh ASEAN University Network (AUN) pada 18 s.d. 21 Juni di Bangkok, Thailand.

Ketua Bidang Akreditasi Nasional dan Internasional, Pusat Penjaminan Mutu, Lembaga Pengembangan Pembelajaran, Priyambodo, dikirim untuk mengikuti kegiatan yang bertujuan untuk mempersiapkan program studi dalam sertifikasi oeh AUN Quality Assurance (AUN-QA). Saat ini, Unila  sedang mempersiapkan empat program studi untuk sertifikasi AUN-QA pada tahun 2020, yaitu S1 Teknologi Hasil Pertanian, S2 Agronomi, S1 Administrasi Bisnis, dan S1 Kimia.

Kegiatan the 35th AUN-QA Training Course for Accomplishing Programme Assessment merupakan 1 dari 3 seri pelatihan yang diselenggarakan oleh AUN. Pelatihan ini membahas pendekatan penjaminan mutu perguruan tinggi, 11 kriteria dalam AUN-QA assessment for programme level, termasuk di dalamnya terkait pemetaan kurikulum dan teknik penulisan Self Assessment Report (SAR). Bertindak sebagai narasumber dalam pelatihan ini adalah Mr. Johnson Ong Cher Bin, AUN-QA Expert dan Prof. Dr. Ir. Shahrir Abdullah dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Pada edisi Tier 1 AUN-QA Training Course, Unjla mengirim Prof. Dr. Lindrianasari dan Elida Purba, Ph.D. Selanjutnya, Elida Purba, Ph.D. ditugasi untuk mengikuti Tier 2 AUN-QA Training Course dan berhasil lulus sebagai asesor. (Pri)

 



Help-Desk