Unila Kembali Asuh 5 PT Menuju Prodi Unggul 2018

Usai sukses mengasuh tiga Perguruan Tinggi, Universitas Lampung (Unila) tahun ini kembali dipercaya Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti, untuk menjalankan program serupa di lima PT, dalam dan luar Lampung.

Lima Perguruan Tinggi itu meliputi, Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai, Bandarlampung; Universitas Tulang Bawang Bandarlampung; Universitas Megou Pak, Tulang Bawang; Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bima, Nusa Tenggara Barat; serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bima, Nusa Tenggara Barat.

ASUH 2018 a

Pelaksanaan program asuh menuju program studi unggul tahun 2018 itu diawali dengan digelarnya sosialisasi, launching, dan penandatanganan perjanjian kerja sama di Universitas Lampung, Gedung Rektorat lantai II, Senin (30/4/2018).

Rektor Unila Prof. Hasriadi Mat Akin mengatakan, program asuh ini merupakan kali kedua setelah 2017 lalu Unila menjadi Perguruan Tinggi di Universitas Malahayati, Universitas Muhammadiyah Lampung, dan Universitas Muhammadiyah Metro.

“Pada program sebelumnya Unila sudah berhasil meningkatkan sistem penjaminan mutu dan akreditasi Universitas Malahayati dan Muhammadiyah dari C ke B. Diharapkan lima Perguruan Tinggi yang diasuh saat ini menapaki jejak yang sama,” ujarnya, saat memberi sambutan.

Unila, lanjutnya, dengan kompleksitasnya sudah menempatkan penjamiman mutu dan IT menjadi dua bagian yang diharapkan bisa mengakselerasi Unila menjadi Perguruan Tinggi Sepuluh Terbaik tahun 2025.

Unila sudah menerapkan ISO mutu pelayanan hampir di seluruh unit kerja di Unila. Saat ini Unila menuju akreditasi internasional, dan satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera yang memiliki asesor bertaraf internasional, yakni Elida Purba, Ph.D.

ASUH 2018 b

Menurut Hasriadi, akreditasi merupakan salah satu pengakuan dari pihak eksternal. Namun  bukan itu yang perlu digarisbawahi melainkan nilai hakiki sebuah Perguruan Tinggi dalam membangun budaya mutu itu sendiri. “Jadi ini soal bagaimana kita membangun seluruh binaan di Perguruan Tinggi agar menggandrungi mutu. Sehingga mutu adalah bagian dari alam bawah sadar kita sendiri.”

Sebagai satu dari 29 Perguruan Tinggi unggul, Unila mempunyai tanggung jawab moral untuk meningkatkan sistem penjaminan mutu di PT yang ada di sekitar Unila. Namun perlu ditekankan Unila hanya sebagai stimulator untuk berkontribusi membangun institusi PT asuh. Oleh karena itu diharapkan lima PT ini bisa lebih baik lagi setelah bekerja sama dan mendapat pembinaan dari Unila.

Sebelum melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Unila dan lima PT terkait, Tim Pelaksana Program menyampaikan paparan Program Asuh Menuju Prodi Unggul 2018 yang disampaikan oleh Elida Purba, Ph.D., selaku Ketua Program PT Asuh 2018.

Dalam paparannya Elida mengatakan, pada Januari 2018 Indonesia memiliki 4.598 Perguruan Tinggi. Sebanyak 91 persen atau 4.197 di antaranya merupakan PTS dan hanya 401 PTN atau 9 persen merupakan PTN. Sebanyak 3.628 di bawah binaan Kemenristekdikti.

Berdasarkan data Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) sebanyak 66 PT terakreditasi A, 534 PT terakreditasi B, 954 PT terakreditasi C, dan 3.044 PT belum terakreditasi. Ini merupakan potret akreditasi PT yang ada di Indonesia. Dan ini juga yang menjadi latar belakang diadakannya PT asuh.

“Diharapkan, program ini menumbuhkan budaya mutu melalui penerapan sistem penjaminan mutu internal (SPMI). Program asuh ini memiliki dampak luar biasa,” kata Elida.[Inay_Humas]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Help-Desk