LP3M Unila gelar Workshop Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA)

(LP3M – Bandar Lampung) Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung melalui Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) mengadakan Workshop Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) bagi Dosen Universitas Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut terhitung sejak tanggal 5 sampai dengan 7 Agustus 2019. Bertempat di Hotel Bukit Randu, Pelatihan SPADA secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir Hasriadi Mat Akin, M.P.

Pada sambutan kegiatan pembukaan SPADA, Prof. Dr. Ir Hasriadi Mat Akin, M.P. menyerukan kepada seluruh peserta pelatihan bahwa di zaman modern saat  ini, penggunaan teknologi berbasis E-learning dalam pendidikan merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh institusi pendidikan untuk membentuk lulusannya dapat bersaing di era globalisasi. Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa kala sekarang adalah generasi melek teknologi yang harus disesuaikan dengan pola dan metode pembelajaran yang student-centered.

Workshop Sistem Pembelajaran Dalam Jaringan (SPADA) ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu Workshop Pengembangan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi yang sebelumnya telah dilaksanakan di tempat yang sama selama tiga hari pada tanggal 29 sampai dengan 31 Juli 2019. Peserta Kegiatan SPADA juga merupakan dosen yang sudah mengikuti kegiatan Pengembangan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi sebelumnya.

Workshop SPADA tahun ini diketuai oleh Wahyu Eko Sulistiono, S.T., M.Sc. Kepala Bidang Kabid Pengembangan Pembelajaran Aktif dan E-Learning pada Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) LP3M Unila. Pada sambutan pembukaan kegiatan ia melaporkan bahwa workshop kali ini bertujuan agar peserta peserta dapat membuat RPS berbasis SPADA untuk matakuliah yang diampunya dan dapat membuat matakuliah tersebut pada vclass.unila.ac.id atau sistem SPADA. Tak hanya itu, Ia juga menekankan bahwa pelatihan menggunakan metode 30% teori dan 70% praktik dan peserta langsung dibimbing agar dapat menggunakan sistem vclass.unila.ac.id atau sistem SPADA. Standar kelulusan didasarkan atas penilaian komponen kehadiran, aktivitas kelas, tugas dan presentasi, tugas akhir membuat RPS berbasis SPADA, dan membuat mata kuliah di vclass.unila.ac.id.

Pemateri dari workshop ini adalah Rangga Firdaus, S.Kom., M.Kom,  yang merupakan dosen Unila sekaligus tim Pengembang SPADA di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Ia menjelaskan dengan detail penggunaan E-learning seperti membuat course (kelas), mempersiapkan bank soal dan system evaluasinya.  Terdapat 3 garis besar kriteria yang dapat dinilai dari E-learning  di Unila, yaitu tugas, kuis dan forum. Ia juga menjeaskan bahwa perkuliahan menggunakan E-learning dapat dilakukan hingga 40% dari pertemuan.

Dengan diselenggarakannya workshop ini, diharapkan kedepannya bahwa mahasiswa di Unila tidak hanya dapat mengikuti perkuliahan secara tatap muka dalam kelas namun juga dapat melakukan perkuliahan dalam jaringan (online).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Help-Desk