Unila adakan Workshop pengembangan Inovasi Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi

(Bandar Lampung – LP3M) Guna merespons tantangan global pada era revolusi industri, Universitas Lampung (Unila) terus menggelar berbagai kegiatan pengembangan inovasi pembelajaran, riset, hingga teknologi informasi. Pada tanggal 29 sampai dengan 31 Juli 2019, Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran, Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung menyelenggarakan Workshop Pengembangan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung.

Wahyu Eko Sulistiono, S.T., M.Sc , selaku Kepala Bidang Pembelajaran Aktif pada Pusat Kurikulum dan Pengembangan Pembelajaran (PKPP) LP3M mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud agar dosen mendapat referensi membuat pembelajaran inovatif dan menarik serta berbasis teknologi. Dengan beragamnya dinamika pembelajaran, dosen harus mampu mengakomodasi peserta didik dengan menstimulasi capaian pembelajaran melalui cara yang adaptif dan kreatif.

“Ini diharapkan rutin. Kelak kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang LP3M laksanakan guna memfasilitasi pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi,” terangnya.

Di kesempatan yang sama Ketua LP3M Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si, menegaskan, kegiatan ini membutuhkan komitmen bekerja secara multi task. “Progam ini sangat memungkinkan kita semua untuk bekerja pada era ini, oleh karena itu diperlukan komitmen, disiplin, serta tepat waktu,” tegas Murhadi.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini berisi muatan materi bertajuk Pembelajaran Inovatif Berbasis Teknologi Informasi; Teknologi Pedagogik dan Content Knowledge; Teori-Praktik Metode Flip; Pengembangan RPS Inovatif Berbasis TI; Pengembangan Bahan Ajar, dan Best Practice. Materi workshop inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi meliputi 1) Kebijakan Inovasi Pembelajaran di Universitas Lampung; 2) Pembelajaran Inovatif berbasis Teknologi Informasi; 3) Teori dan Praktik Metode Flip; 4) Technological Pedagogical and Contents Knowledge; 5) Pengembangan RPS Inovatif berbasis Teknologi Informasi; 6) Teeori dan praktik Pengembangan Bahan Ajar Inovatif berbasis Teknologi Informasi; 7) Best Practice, dan;  8) Latihan/tugas/pembimbingan. Pelaksanaan pelatihan menggunakan metode 30% teori dan 70% praktik. Peserta langsung dibimbing agar dapat menggunakan menggunakan perangkat keras dan lunak multimedia. Standar kelulusan didasarkan atas penilaian komponen kehadiran, aktivitas kelas, tugas dan presentasi, dan tugas akhir membuat materi bahan ajar inovatif berbasis teknologi informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Help-Desk