Unila gaungkan Pembelajaran Digital lewat Diskusi Pembuatan Proposal Hibah

Bandar Lampung, LP3M Unila – Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Lampung menggelar Diskusi Pembuatan Proposal Hibah Inovasi Modul Pembelajaran Digital, Kamis (11/06/2020) di Ruang Sidang lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Lampung. Kegiatan ini dibuka oleh Ketua LP3M Universitas Lampung, Prof. Dr. Ahmad Saudi Samosir, M.T. dan dipimpin langsung oleh tenaga ahli dan pengembang Sistem Pembelajaran Daring yang dosen Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila, Rangga FIrdaus, M.Kom. kegiatan ini dijalankan mematuhi Protokol Kesehatan terkait COVID-19 yang ditetapkan Pemerintah yang salah satunya adalah dengan memberikan jarak minimal satu meter, penggunaan hand sanitizer, dan kewajiban memakai masker bagi peserta kegiatan.

Menurut Rangga, saat ini Unila sudah mulai bergerak menuju ke model perkuliahan digital dimana dosen tidak harus ada di kelas tapi mahasiswa bisa belajar dari mana saja tidak terbatas ruang dan waktu. Untuk itu dosen dirasa perlu aktif untuk membuat konten pembelajaran berbasisi digital yang inovatif dan edukatif sehingga mampu melahirkan bahan ajar yang berkualitas. Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggai lain sudah sangat antusias menggodok konten pembelajaran digital dalam jaringan. Menurutnya, inovasi konten pembelajaran daring sangat mendukung terciptnya model perkuliahan jarak jauh.

LP3M Universitas Lampung mengnisiasi kegiatan Diskusi Pembuatan Proposal Hibah ini berdasarakan surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 1045/E2/BP/2020 tanggal 22 Mei 2020 tentang Penawaran Bantuan Dana Pengembangan Inovasi Modul Digital. Pemerintah beranggapan bahwa semakin berkembangnya tuntutan akan kesesuaian antara dunia pendidikan dan era revolusi industri 4.0, perguruan tinggi didorong untuk mampu mengembangkan inovasi dalam pembelajaran yang sesuai dengan pemanfaatan teknologi dan informasi. Digitalisasi sumber-sumber belajar dan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi bagian yang terintegrasi dalam upaya mencetak generasi yang kompeten dan sesuai jaman.

Adapun syarat bantuan dana yang dapat diusulkan adalah:

1. Dosen pengusul berasal dari prodi akreditasi A pada Perguruan Tinggi yang memiliki AIPT minimal akreditasi B.

2. Dosen pengusul memiliki rekam jejak dalam pengembangan modul yang diimplementasikan dalam pembelajaran mata kuliah daring.

Berdasarakan informasi yang tertera di laman website SPADA Kemendikbud, usulan proposal dilengkapi surat pengantar dari Pimpinan Perguruan Tinggi, proposal paling lambat tanggal 30 Juni 2020 di laman web SPADA Kemendikbud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Help-Desk